Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 21 September 2015

moslem everywhere


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah memberikan nikmat Iman, hidup, kesehatan dan inspirasi untuk kita terus beribadah. Tak lupa juga Shalawat beserta salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Pada kesempatan ini Religious mencoba membahas latar belakang memilih Moslem everywhere sebagai tajuk yang diusung Religious untuk article produksinya.
Banyak alasan mengapa tema ini yang diusung. secara arti bahasa moslem everywhere itu artinya muslim dimanapun, dan maksud yang kami ambil adalah banyak makna, diantara maksudnya adalah menjadi muslim dimanapun dan kapanpun, karena bagi muslim sejati, Islam adalah harga mati. muslim dimanapun juga dengan maksud muslim selalu berada dimanapun tidak terikat dengan wilayah saja misalnya khusus nusantara saja, tidak.. akan tetapi dimanapun orangnya dan siapapun orang nya jika dia benar muslim, yang meyakini Allah ta'ala sebagai sebagai Rabb, dan Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam sebgai Rasul dan Nabi, maka kita adalah saudara.


tema ini sengaja dipilih sebagai ungkapan sekaligus motivasi, melihat fenomena muslim di akhir-akhir ini, telah banyak menanggalkan identitasnya sebagai muslim, misal malu mengaku muslim, malas beribadah, melakukan perbuatan maksiat, menggunakan atribut pakaian yang jauh dari ketaatan, atau bahkan meninggalkan Islam dan beralih memeluk agama lain, Nauzubillah.

maka dari itu kami berharap tema ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk tetap teguh memegang agamanya, memegang keimanannya, menjadikan Al-quran dan assunah sebagai rujukan utama dalam beribadah.

Terkait dengan produk-produk yang kami release cukup bervariasi, diantaranya kaos dengan desain tees diantaranya dengan tema muslim everywhere , halal my live style dengan desain yang simple, serta beberapa desain yang sengaja belum dimunculkan.  Begitu pula dengan kemeja koko / kemko, kemeja dan aksesoris lainnya masih tetap berpegang dengan konsep desain yang simple dan casual . Warna putih lebih mendominasi, sengaja dipilih sebagai alasan putih itu lambang kesucian dan persatuan,

selebihnya, kami berharap Religious menjadi pakaian yang nyaman dipakai oleh #religiouslover sekalian. Pakaian yang dapat menemani dalam berbagai aktifitas dan ibadah. Dan pastinya makin bangga menjadi seorang MUSLIM !

Barakallahu fik.

Reportase Religious.



Published: By: Unknown - 17.02

Jumat, 14 Agustus 2015

Semangat Wirausaha..!!

Bismillah,
apa kabar #Religiouslovers, Alhamdulillah masih dalam naungan Iman dan Islam. Reportase kali ini mencoba membahas sebuah tulisan yang cukup menginspirasi bagi kalian para Wirausaha muda, berikut kami sajikan articke yang kami ambil dari pengusahamuslim.com
cekidot ya...
Berwirausaha memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun harus siap menjalani berbagai tantangan. Tidak sedikit orang yang berhenti menjadi wirausahawan dan lebih suka melamar pada sebuah perusahaan untuk bekerja menjadi karyawan dengan gaji yang aman dan rutin setiap bulan, karena mental yang lemah dalam menghadapi tantangan ini.
Berbagai tantangan harus siap kita hadapi. Misalnya, penghasilan yang tidak tetap dan kecil, sementara kebutuhan hidup tanpa ampun menyerang dari segenap penjuru. Kitapun dihantui rasa tidak aman dalam berwirausaha. Juga godaan untuk tidak berkomitmen dalam berwirausaha. Itu semua hanyalah godaan. Di sisi lain, masyarakat Indonesia kurang mampu dalam berinovasi dan berkreativitas menjadi salah satu penyebab banyaknya usaha yang bangkrut, padahal modal sudah tersedia.
Berwirausaha memang tak cukup hanya bermodalkan rasa ingin belaka. Berwirausaha harus merupakan pilihan, lalu menetapkan langkah pasti dan teguh dalam menjalaninya. Idealnya, komitmen dan konsistensi itu harus terus dijaga apapun ujiannya, apapun godaannya, dan apapun hasilnya. Apalagi tingkat persaingan usaha dan perilaku pasar semakin dinamis. Wirausahawan harus memiliki keyakinan, cita-cita untuk menjadi besar diawali dengan langkah-langkah kecil.

Berwirausaha dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, berwirausaha merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh  untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik. Dalam surat Al-Jumu’ah [62] : 10 “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan banyak-banyak mengingat Allah supaya kamu beruntung”.
Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang terus mendorong semangat wirausaha di kalangan para sahabat-sahabatnya. Pada suatu ketika, Sa’ad bin Musa Al-Anshari menuturkan sebuah kisah, bahwa pada waktu Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam baru kembali dari Perang Tabuk, beliau melihat tangan Sa’ad yang melepuh. Kulitnya gosong kehitam-hitaman karena diterpa sengatan matahari. “Kenapa tanganmu?” tanya Rasulullah. “Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku”  Rasulullah lalu mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata, “Inilah tangan yang tidak pernah disentuh api neraka, Dalam riwayat yang lain, setelah mencium tangan pekerja, beliau bersabda, “Hadzihi yaddun yuhibuhallahu wa Rasuuluhu” inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. “ (HR At-Thabahari)
Rasulullah pernah menjalani hidup dalam masa-masa sulit, tapi beliau punya semangat untuk berkembang, kreatifitasnya, usahanya untuk hidup mandiri yang merupakan karakter dasar jiwa wirausaha.
Kejujuran beliau, pribadi beliau yang menyenangkan, juga ketekunan beliau. Semua itu merupakan modal yang harus dimiliki oleh wirausahawan. Apa yang dimiliki Rasulullah ini, dalam dunia bisnis, biasa disebut sebagai personality.
Dua puluh lima tahun lamanya Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam mendedikasikan diri pada dunia wirausaha, semenjak beliau baru berusia 12 tahun hingga 37 tahun. Selama itu, kecerdasan, ketekunan, keuletan dan kejujuran telah menempatkan Muhammadshallallahu ’alaihi wasallam sebagai wirausahawan yang disegani di Jazirah Arab.

Menumbuhkan wirausaha

Dalam berbagai pelatihan dan seminar, Ir. Ciputra selalu mengajukan tujuh macam pertanyaan mendasar untuk membangun dan memicu jiwa kewirausahaan.
  1. Apakah Anda berhasrat besar menjadi seorang entrepreneur? Anda dapat memberikan pernyataan-pernyataan utuk dapat meyakinkan orang lain bahwa Anda benar-benar memiliki hasrat besar untuk menjadi wirausahawan.
  2. Apakah Anda melihat kesempatan besar untuk melayani pasar? Apakah kita melihat sebuah peluang besar yang belum dilakukan orang lain?
  3. Apakah Anda punya produk inovatif yang sulit ditolak oleh prospek Anda? Apa “kuda Troya” Anda?
  4. Apakah Anda mampu memenangkan persaingan secara efektif? Jadilah yang lebih baik bukan hanya di barisan belakang. Jika Anda tidak dapat menjadi lebih baik, ciptakan perbedaan.
  5. Apakah Anda bisa menghasilkan produk dan memasarkannya dengan cara yang paling efisien? Sebagian kecil orang membeli karena mahal. Sebagian besar orang membeli karena murah.
  6. Apakah Anda tahu cara mendanai ide usaha baru Anda dengan biaya termurah, resiko terendah dan hasil yang terbaik? Misalnya dengan: modal sendiri, mitra, bank, modal ventura, atau mencicil?
  7. Apakah Anda siap menghadapi tuntutan kerja keras, berani menanggung resiko gagal dan rugi? Perlu juga disiapkan mentalitas, bahwa sukses dan gagal memiliki nilai yang sama.
Ketujuh pertanyaan di atas meruapakan pelajaran untuk mengembangkan jiwa dan semangat entrepreneurship yang secara terus menerus harus kita kembangkan.

Budaya

Wirausaha membutuhkan suatu skill untuk menjalankan usahanya. Skill tersebut bisa berupa cakap menjual dan integritas yang tinggi. Selain itu harus juga mempunyai sikap ulet, gigih, pandai, disiplin, pantang menyerah, dan mempunyai pikiran yang terbuka.
Sepengetahuan penulis, sikap seseorang bisa terbentuk karena pengaruh budaya di mana dia hidup dan berkembang. Jadi sikap seseorang dan skill seseorang bisa terpengaruh dari kebudayaan dimana orang tersebut tinggal.

Upaya Pemerintah

Joseph Schumpeter dalam bukunya, The Theory of Economic Development mengatakan, sebuah kebutuhan dasar bagi bangkitnya pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu sumbangsih para entrepreneur. Jadi, keberadaan para entrepreneur pada suatu negara akan mampu menumbuhkan perekonomian negara tersebut.
Indonesia membutuhkan sekitar 2,5% wirausaha, namun pada kenyataannya saat ini hanya ada sekitar 0,08% wirausaha yang memberanikan diri untuk terjun dalam dunia usaha.  Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk menumbuhkan para wirausahawan ini.Pertama, memberikan modal usaha bagi para pengusaha (terutama para pengusaha muda) dan pendampingannya. Kedua mempermudah izin bagi yang akan mendirikan usaha. Ketiga, dimasukannya kurikulum berbasis soft skills dan entrepreneurship dalam pelajaran sekolah untuk segala jenjang pendidikan. ***
Oleh Suhendi, S.Sos.,MM
Penulisdosen di Stikom Bandung dan Pemerhati Manajemen SDM.
Sumber: Majalah Cetak Edisi September 2010

Published: By: Unknown - 17.09

Senin, 01 Juni 2015

Sejarah berdirinya Religious Moslem apparel


Perkembangan dunia fashion di Indonuesia terbilang meningkat. Patut disyukuri munculnya brand-brand lokal yang dahulunya dipandang sebelah mata, ternyata di akhir dekade ini justru menjadi incaran, baik dari domestik maupun luar negeri. Hal ini diketahui dari berbagai trend yang banyak digagas oleh brand -bran local yang justru memacu tumbuhnya perkembangan mode di indonesia. Menjamurnya Industri Clothing indie berbagai kota akhir - akhir ini, menunjukkan betapa ramainya persaingan dalam kratifitas dunia fashion. Tak bisa dipandang sebelah mata lagi, Brand - brand clothing lokal semisal PSD atau unkl347 saat ini telah mampu menembus pasar mancanegara, meski kebanyakan brand semacam ini di rintis dari home industri.

berikut adalah salah satu kisah perjalanan brand lokal indonesia yang patut diperhitungkan. meski masih terhitung newbie, namun ide desain yang diusung cukup berbeda. Mengusung fashion ala muslim for youth brand ini mencoba perutungannya di pasar domestik. Religious, yah.. demikianlah nama brand clothing muslim tersebut.
Bermula adanya sikap prihatin terhadap trend berpakaian anak muda masa kini yang mulai meninggalkan budaya ketimuran, terutama cara berpakaian islami, yang seharusnya berkesan, sopan, simple dan tidak menonjolkan aurat. sekitar bulan september 2013 sekelompok pemuda yang digawangi oleh Didi Kurniawan mengagas sebuah ide untuk mengembangkan fashion style ala muslim. Didi dan teamnya yang masih tergolong muda mulai mencari trend pakaian yang sedang berkembang di masa kini, dipadu padankan dengan standar pakaian seorang muslim. Maka mulailah mereka mendesain beberapa jenis pakaian, dimulai dari desain kaos yang memuat pesan - pesan islami, hingga pakaian muslim lainnya seperti kemeja, koko, dan aksesoris lainnya. Nama Religious sendiri, sebenarnya didapatkan secara tidak sengaja, mengingat trend yang diusung adalah pakaian yang bertema religi, maka nama religiouslah yang dirasa cocok menjadi nama brand. Alasannya adalah nama nya mudah dihafal, simpel dan mencerminkan sikap seorang muslim sejati yang berjiwa religi. 

Diawal masa produksi Religious hanya membuat  beberapa desain kaos dengan tema dakwah  yang masih diproduksi secara terbatas alias limited Edition. ini juga sebagai salah satu trik untuk meningkatkan pamor merk yang di desain terbatas dan dengan kwalitas yang mumpuni. Dengan pemasaran melalui media online dan man to man,lambat laun Religious mulai dikenal oleh banyak kostumer di indonesia.



         Mengusung slogan moslem apparel, Religious berhasil memikat hati kawula muda muslim. Salah satu pakaian yang cukup menarik para costumer yaitu kaos  didesain simple dan casual dan dibumbui kata-kata yang berisi ajakan, nasihat dakwah islam yang dibalut dengan teknik desain typrografi,retro, dan berbagai macam teknik desain lainnya. 

Setali tiga uang dengan produk kaos, desain kemko atau kemeja koko, kemeja dan aksesoris lainnya juga mampu mencuri perhatian consumernya. Desain yang simple, casual dan dengan bahan yang berkwalitas, menjadi salah adalah salah satu faktor dimenjadi perhitungan bagi para konsumennya.
salah satu keunggulan lainnya adalah produk-produk nya dibandrol dengan harga yang tidak mahal cocok untuk kantong mahasiswa dan karyawan. terkadang di sebuah evet Religious juga memberikan bonus kaos dan aksesoris lannya untuk setiap pembelian produk dalam jumlah tertentu. satu lagi keunggulan produk Religious adalah tidak menerapkan diskon besar-besaran yang sebenarnya adalah trik yang bersifat membohongi.

Memasuki tahun yang ke tiga ini Religious terus berusaha mengembangkan produk- produk terbarunya dengan tetap menjaga kwalitas dan kreatifitas.
Dengan misi mengembalikan citra pemuda muslim yang berciri khas sopan , simple, dan berakhlak mulia, Religious terus berusaha mengembangkan kreatifitasnya.
oleh sebab itu perlu adanya dukungan, kritik dan saran dari para konsumer dan pelanggan di seluruh indonesia.


writer : reportase religious

Published: By: Unknown - 06.22